Dapatkan Mesej Bergambar di Sini

Rabu, 17 Juni 2009

Sengat itu Ada


Waktu yang kita lalui merupakan karunia dan anugerah yang diberikan-NYA kepada seluruh makhluk, tak terkecuali kita. masing-masing kita, oleh karena itu hendaknya setiap manusia memperhatikan apa-apa yang telah, sedang, dan akan dilakukannya. Dari kegiatan yang kita lalui akan berkisar dalam tiga kategori jika dilihat dari jiwa tiap-tiap aktivitas itu. Yang pertama adalah kegiatan yang berjiwa lemah, di sini bisa saja kita lihat bagaimana perjalanan kegiatan itu, tanpa gairah, mimpi besar, maupun asa yang menjulang. Yang kedua adalah aktivitas yang tergolong menengha dalam kekuatan jiwanya. Aktivitas ini biasanya sudah mempunyai percik-percik motivasi, tapai percik itu, selaian tidak konsistyen juga masih belum “berkobar”, sehingga terkadanag perbuatan itu naik dan terkadang turun.

Yang ketiga adalah aktivitas-aktivitas di mana benar-benar ada jiwa yang bermain di sana. Aktivitas dengan karakter inilah yang harus kita daptkan, semangat yang berkesinambungan, ledakan-ledakan cita yang tertanam, sehingga aktivitas-aktivitas itu akan ‘hidup’. Namun tentunya sesuatu yang baik itu memerlukan perjuangan dan pengorbanan untuk menjadi syarat datangnya kebaikan itu. Perbedaan tiga macam aktivitas itu terletak pada pengambilan pada sumber motivasi yang diambil oleh para pengguna waktu. Kegiatan-kegiatan yang ada hati menyala di dalamnya memerlukan motivasi yang benar, motivasi yang bersih, motivasi yang kuat. Jangan sampai manusia salah dalam memakai motivasi yang digunakan sebagai bahan bakar aktivitasnya.

Rasululloh SAW dan para sahabat telah menjadi contoh bagi kita untuk menentukan motivasi apa yang benar-benar akan menguatkan kita, mereka juga telah mempraktekkan bagaimana selayaknya oarang-oranga yang mengambil moivasi yang bening itu. Adalah untuk beribadah kepada Allah kita diciptakan, satu tujuan, satu visi yang diberikan pada semua manusia, tanpa perkecualian, dengan tegas, menyatakan satu-satunya tugas yang diembankan kepada manusia. Ujian adalah suatu hal yang akan Allah berikan kepada suatu kaum yang dicintainya, ‘sungguh, besarnya pahala tergantung besarnya ujian. Jika Allah mencintai suatu kaum, pasti Allah mengujinya.’ Kepastian adanya cobaan bagi kaum yang dicintai Allah harus tertanam kuat pada diri setiap manusia, karena memang dalam hidup ini, kita tidak selalu akan bersama kesenangan-kesenangan dan kenyamanan yang menjadi iklim perjalanan waktu setiap manusia, seperti sebuah syair yang dituliskan imam syafi’i .

Harimau-harimau mati di hutan dalam keadaan lapar
Dan daging domba dimakan anjing-anjing
Dan kadang seorang budak tidur di atas sutra
Dan orang terhormart tidurnya di atas debu

Sehingga ketika manusia telah menggunakan motivasi yang bersih ini, yaitu keinginan tuk meraih ridho sang pencipta menjadi satu-satunya motivasi dalam diri tiap manusia, akan menjadikannya kuat dalam menghadapi gelombang tantangan dan cobaan yang dialami. Bukannya luntur, padam dan keluluhan, karena kita sudah mempunyai dorongan yang takakan pernah putus.

Sumber :http://neozulfikar.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar